(terjemahan dari Coaching and Mentoring - MTD Training - www.bookboon.com)
Perbedaan coaching dan mentoring
Pada awalnya, mungkin tidak dapat diidentifikasi perbedaan antara coaching dan mentoring, sebagian dikarenakan keduanya memiliki hal yang serupa. Keduanya memiliki arti membantu individu untuk tumbuh dan berkembang serta keduanya juga melibatkan hubungan interpersonal. Keduanya dapat memiliki tingkat formalitas, durasi, dan tujuan dan hasil yang berbeda-beda. Faktanya, beberapa coach dapat berperan sebagai mentoring, walaupun mentoring tidak menjadi coach kecuali memiliki peranan yang lebih formal dalam hubungan terhadap karyawan.
Ada beberapa perbedaan penting yang perlu dimengerti jika diminta untuk melakukan salah satu kegiatan tersebut karena perbedaan tersebut dapat berdampak terhadap apa yang diharapkan. Tabel 1 menyimpulkan perbedaan tersebut berdasarkan aspek-aspek yang beragam.
Tabel 1 Perbedaan antara Mentoring dan Coaching
Aspek | Mentoring | Coahing |
Sumber hubungan | Personal | Profesional |
Fokus | Personal dan profesional | Profesional -- personal hanya jika berhubungan dengan profesional |
Tujuan | Berhubungan dengan hidup secara umum | Spesifik terhadap kebutuhan pekerjaan |
Pengukuran kinerja | Informal | Formal |
Imbalan | Hubungan | Kinerja yang meningkat |
Aspek pertama yang disebutkan yaitu sumber hubungan seorang mentor atau seorang pelatih (coach). Seorang mentor dapat berasal dari seseorang yang ditemui karena hubungan professional dan setuju untuk membawa anda di bawah sayapnya. Namun, mentor juga dapat diperoleh dari hubungan yang dikembangkan dari area lain kehidupan. Anda dapat memiliki mentor yang membantu mengembangkan kemampuan menulis, atletik, atau keahlian lain. Seorang mentor dapat saja datang dan menawarkan bantuan atau mentor dapat dicari karena anda tahu manfaat dari bantuan seseorang.
Hubungan mentoring dikembangkan ketika seseorang setuju untuk “membawa anda dibawah sayap mereka”. Hubungan coaching merupakan bagian yang melekat pada pekerjaan atau posisi anda dan ditentukan oleh struktur hubungan pelaporan.
Di pihak lain, seorang pelatih ditugaskan pada anda sebagai bagian dari peranan kerja anda. Manajer, supervisor, atau superior lain melakukan peran tersebut untuk anda. Merekalah yang bertanggung jawab untuk memastikan agar anda dapat memenuhi ukuran kinerja yang dibutuhkan. Mereka juga yang dapat mengambil tindakan korektif atau disiplin untuk mempengaruhi kinerja anda, dan kinerja mereka sendiri juga dinilai oleh anda dan tim lainnya yang ikut berperan.
...........................................................................................................................................(BERSAMBUNG)